Writing Space
The app for writers.
Download

bambang x harris

Table of contents

_bandung-cibaduyut.

Matahari mulai terbit dan pagi pun datang. Hujan yang turun dari semalam terus tidak berhenti, mengguyur in setiap kota-kota di bandung.

Disebuah rumah besar nan mewah. Suara erangan nikmat terdengar dari lantai atas atau lebih tepatnya kamar yang terus menerus terdengar desahan tanpa henti dari malam hari hingga pagi hari.

"Hiks..inghks.. Berhenti anj-!" Ujar laki-laki cantik itu yang memiliki rambut panjang berwarna merah.

"Ffuckk.. Ennak banget anjing, kalau tau badan lu seenak ini pasti gw udh nyobain dari dulu ris" Ucap laki-laki tersebut sambil menggoyang kan pinggang laki-laki berambut panjang itu yang ternyata bernama Harris.

"aanghh.. Pleasee... Stop bambang...anghh mau keluar sama pipis!" Desis harris yang sudah tidak tahan untuk menahan ejakulasi nya.

"Together babe!" Ujar bambang Yang sudah di titik-titik klimaks nya.

Crot

Mereka berdua pun mengeluarkan mani hingga nyembur ke seprai kasur yang sudah dipehuni oleh sperma dan pipis mereka.

Napas harris terengah-engah dan memburu tak beraturan,ia mencoba mengatur nya agar bisa bernapas normal kembali.

"hah..hahh..hufftt.." Ia menghembuskan napas panjang,detik berikutnya tubuh nya ambruk dan pingsan karena kelelahan.

Bambang yang sedari tadi hanya diam akhirnya tersadar oleh bunyi debuk saat tubuh harris jatuh pingsan.

bambang yang khawatir melihat kondisi harris.efek aalkohol membuat nya lupa jika ia dan Harris hanya lah rival.

"Anjir ayyis..aduh bajingan banget lo bam,udh buat ayyis pingsan gini,udh inimah si ayyis makin benci ke gw" Gumamnya lalu berdiri dan mengangkat tubuh Harris untuk dibersihkan.

Setelah tubuh Harris dibersihkan dan dipakaikan baju, bambang membaringkannya pelan-pelan ke kasur, meski kepalanya masih pening, ia tak tega membiarkan harris pingsan tanpa sehelai pakaian dan tubuh nya masih kotor

Bambang duduk di pinggiran kasur, ia menatap Harris dengan kasihan.

"Sorry yis.. Gw beneran setolol itu ternyata" Bisiknya entah untuk siapa. Tangan terulur ingin menyentuh pipi tembem Harris yang begitu cantik dengan perpaduan kulit putih nya selayaknya susu bayi, tetapi tidak jadi.

Ia menampar pipi nya agar tersadar

"Tenangin diri lu bam.. Lo gaboleh nyentuh dia lagi " Lirihnya.

Ia langsung berdiri lalu mengambil notes dan menulis sesuatu, seusai ia menulis notes, dia menaruhnya diatas nakas meja.

Dia berdiri lalu berjalan ke arah pintu, sebelum pintunya ditutup dia natap Harris sekali lagi dari luar pintu

"Tidur yang nyenyak yis, lupakan kejadian sialan ini" Bisiknya. Ia menutup pintu pelan-pelan dan memesan taksi untuk pulang ke rumah nya.